Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

RSS
Container Icon

BEBERAPA JENIS PENCEMARAN AIR

Definisi Pencemaran Air
Pencemaran air atau polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya atau bisa dikatakan suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.

Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
  • Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
  • Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
  • Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
  • Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di Sungai Citarum
  • Pencemaran air oleh sampah
  • Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan
Akibat Pencemaran Air
  • Dapat menyebabkan banjir
  • Erosi
  • Kekurangan sumber air
  • Dapat membuat sumber penyakit
  • Tanah Longsor
  • Dapat merusak Ekosistem sungai
  • Kerugian untuk Nelayan

Jenis-Jenis Pencemaran Air

1. Pencemaran Mikroorganisme dalam Air
Kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit.
2. Pencemaran Air oleh Bahan Anorganik Nutrisi Tanaman
Penggunaan  pupuk nitrogen dan fosfat dalam bidang pertanian telah dilakukan sejak lama secara meluas. Pupuk kimia ini dapat menghasilkan produksi tanaman yang tinggi sehingga menguntungkan petani.  Tetapi dilain pihak, nitrat dan fosfat dapat mencemari sungai, danau, dan lautan.
3. Pencemar Bahan Kimia Anorganik
Bahan kimia anorganik seperti asam, garam dan bahan toksik logam lainnya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak diminum. Disamping dapat menyebabkan matinya kehidupan air seperti ikan dan organisme lainnya, pencemaran bahan tersebut juga dapat menurunkan produksi tanaman pangan dan merusak  peralatan yang dilalui air tersebut (karena korosif).
4. Pencemar Bahan Kimia Organik
Bahan kimia organik seperti minyak, plastik, pestisida, larutan pembersih, detergen dan masih banyak lagi bahan organik terlarut yang digunakan oleh manusia dapat menyebabkan kematian pada ikan maupun organisme air lainnya.

References :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Studi Kasus Pemanasan Global (Sumber Listrik Semakin Menipis)

MASALAH YANG DIHADAPI

KEBUTUHAN LISTRIK DI INDONESIA
Listrik memegang peranan yang vital dalam kehidupan. Dapat dikatakan bahwa listrik telah menjadi sumber energi utama dalam setiap kegiatan baik di rumah tangga maupun industri. Mulai dari peralatan dapur hingga mesin pabrik-pabrik besar bahkan pesawat terbang, semua memerlukan listrik.
Umumnya listrik diperoleh dari mengubah energi kinetik melalui generator menjadi listrik. Energi kinetik untuk menggerakkan generator bisa diperoleh dari uap yang dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil, seperti minyak, batubara dan gas atau bisa juga dari aliran air atau dari aliran udara. Intinya adalah energi listrik dihasilkan dari pengubahan sumber energi lain.
Kebutuhan listrik di Indonesia saat ini sebagian besar disupply dari sumber energi fosil. Dalam beberapa waktu terakhir ini, harga bahan bakar minyak mengalami kenaikan yang sangat berarti. Cadangan minyak bumi pun semakin menipis dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun mendatang. Cadangan batubara dan gas pun jumlahnya terbatas. Disamping itu, saat ini terjadi pemanasan global akibat polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sumber energi fosil. Hal ini menuntut kita mencari sumber energi alternatif yang bersih dan tidak terbatas untuk menghasilkan listrik.
Konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Di kota besar Indonesia, listrik seakan terpenuhi meskipun permintaan dan penggunaannya semakin besar. Tapi, di sebagian daerah terpencil Indonesia, masih saja ada daerah yang tidak terjamah oleh listrik. Mereka masih hidup dalam kegelapan sedangkan di kota besar ada yang memanfaatkannya sesuka hati.
ENERGI FOSIL PENGHASIL LISTRIK MENIPIS
Borosnya penggunaan listrik di Indonesia telah menghabiskan sebagian dari ketersediaan fosil yang ada di bumi.  Bahan bakar fosil terbentuk lewat proses alamiah berupa pembusukan dari organisme yang mati ratusan juta tahun lalu. Dinosaurus, pepohonan, dan hampir semua mahluk hidup yang mati, terendapkan di tanah, dan sekarang telah menjadi minyak bumi, gas alam, atau batu bara. Gas alam berbentuk gas, minyak bumi berbentuk cair, dan batu bara berbentuk padat. Perbedaan wujud mereka disebabkan perbedaan pada tekanan dan panas yang mereka terima di perut bumi selama jutaan tahun.
Bahan bakar fosil adalah sumberdaya tak terbarukan karena perlu jutaan tahun untuk terbentuk, dan sumber yang ada lebih cepat habis ketimbang terbentuk yang baru. Produksi dan pemakaian bahan bakar fosil menyebabkan masalah-masalah lingkungan. Hal ini terjadi karena saar pembakaran batu bara dapat memicu hujan asam dan polusi udara, dan telah dihubungkan dengan pemanasan global karena komposisi kimia dari batu bara dan sulitnya memindahkan pengotor dari bahan bakar padat ini untuk pembakaran. Hujan asam disebabkan oleh emisi nitrogen oksida dan sulfur dioksida ke udara. Emisi tersebut bereaksi dengan uap air di atmosfer, menciptakan bahan asam (asam sulfur, asam nitrit) yang jatuh sebagai hujan.
SOLUSI
Mematikan lampu di siang hari
Matikan lampu disaat siang hari, meskipun anda sanggup untuk membayar tagihan listriknya namun kepedulian akan lingkungan juga sangatlah penting.
Menggunakan lampu hemat energi

Lampu hemat energi sangat beragam jenisnya, ada lampu energi dengan bentuk XL seperti Philip. Akhir-akhir ini muncul lagi lampu hemat energi terbarukan yang pembuatannya berasal dari gabungan lampu LED (Light Emiting Diode). Lampu hemat energi sejenis LED akan mampu menghemat energi bahkan lebih dari 60% sehingga kebutuhan energi dalam negeri akan bisa tercukupi. Selain itu penggunaan energi yang berlebihan juga akan menimbulkan terjadinya pemanasan global. Sekarang kita bayangkan, di Indonesia masih banyak pembangkit listrik tenaga batubara. Jika kita menggunakan energi secara boros tentu saja pembakaran batubara akan semakin banyak, namun jika kita bisa berhemat maka pembakaran batubara bisa di hemat pula.

References

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kaleng Minuman Bekas dapat Menjernihkan Air Keruh

Sampah kaleng minuman bekas sangatlah banyak karena setiap harinya banyak manusia yang mengkonsumsi minuman kaleng. Kaleng minuman bekas adalah sampah anorganik yang tidak bisa didegradasi oleh bakteri dan tidak bisa diurai secara alami dalam jumlah banyak. Sampah ini dapat mengganggu kelestariaan lingkungan. Kandungan Aluminium dalam kaleng minuman ini adalah berkisar antara 1,4%- 16% tergantung kualitas kaleng minuman tersebut.
Untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat dari limbah kaleng minuman bekas, kita dapat mengolah kaleng minuman bekas ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Dalam Kesempatan kali ini akan dijelaskan cara memanfaatkan kaleng minuman bekas menjadi koagulan atau lebih spesifiknya adalah alum dengan rumus kimia Al2(SO4)3 .18 H2O, yang dapat digunakan sebagai penjernih air. Alumunium sulfat merupakan suatu senyawa alumunium penting dalam dalam pengolahan air limbah (sebagai bahan penggumpal) dan dalam pemurnian air minum, ( John Dainlith,1994)
Senyawa ini juga digunakan pada pengolahan air minum. Ion Al3+ dari Alumunium Sulfat menggumpalkan lumpur koloidal dalam air sungai. Selain itu, ion Al3+ akan mengalami hidrolisis membentuk koloid Al(OH)3 yang akan mengadsorbsi pengotor-pengotor yang larut dalam air. (Michael Purba,1996)
Proses pembuatan alum ini sangatlah mudah dilakukan, proses singkatnya sebagai berikut 
  1. Disiapkan kaleng minuman bekas, lalu dicacah/dipotong sehingga dihasilkan ukuran yang kecil. 
  2. Disiapkan larutan NaOH atau untuk hasil lebih baik digunakan KOH dengan konsentrasi minimal 3 kali dari mol Aluminium. 
  3. Dimasukkan kaleng minuman yang telah dicacah kedalam larutan NaOH dan ditunggu sampai larut semua. 
  4. Disaring larutan untuk memisahkan larutan dengan pengotor. 
  5.  Larutan di netralkan sampai pH 7-8 karena Al(OH)3  terbentuk pada pH 7-8. 
  6. Ditambahkan larutan H2SO4 sebanyak minimal 3 kali mol Aluminium. 
  7. Setelah terbentuk Al2(SO4)3, larutan disaring untuk memisahkan produk yang di peroleh. 
  8. Produk dicuci dengan air dan dibilas dengan etanol kemudian Keringakan produk dengan cara diangin-anginkan.
       Secara teoritis dari 1 buah kaleng bekas yang memiliki bobot 20 gram dengan kandungan aluminium 7.5% dihasilkan 37 gram  Al2(SO4)3 . 18 H2O. Dengan perkiraan 1 m3 air kotor dapat dijernihkan dengan 100-125 ppm Al2(SO4)3 .18 H2O, maka dengan 37 gram alum dapat menjernihkan 300 m3 air kotor. (bisakimia.com).
       Nah, sebaiknya kita sebagai pengguna minuman berkaleng dan sekaligus sebagai penghasil sampah kaleng sebaiknya bisa bersikap bijak dalam memanfaatkan limbah tersebut dan turut serta untuk bisa mengaplikasikannya agar bisa berguna untuk masyarakat sekitar.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Benda dengan Segenap Makna Fisik dan Kimiawi

Segala hal yang ada di Bumi ini selalu memiliki sifat fisika maupun kimianya.
Sifat fisik (fisika) yaitu sifat materi yang dapat dilihat secara langsung dengan panca indra tanpa mengubah zat – zat penyusun materi tersebut.
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru.

Sifat fisika
Wujud zat
Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu : menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.
 
Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain–lain.
 
Kelarutan
Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.
 
Daya hantar listrik
Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.
 
Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.

Sifat Kimia
Mudah terbakar
Bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Sehingga, di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman. 

Mudah busuk
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam. 

Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. 

Mudah meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti : magnesium, uranium dan natrium.
 
Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.

Perubahan fisika
Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru, yang berubah hanya bentuk dan wujud materi. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim,dan mengkristal.
Ciri – ciri Perubahan Fisika 
  1.  tidak terbentuk zat jenis baru 
  2.  zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semulahanya diikuti perubahan sifat fisika saja.
  3. Perubahan sifat fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran, dan warna berubah.
Meskipun materi tersebut mengalami perubahan bentuk dan wujud, tetapi sifat fisikanya masih dimiliki. Perubahan fisika hanya bersifat sementara karena setelah berubah dapat dikembalikan ke materi asalnya. Misalnya, air yang berubah menjadi es batu tidak menghasilkan materi baru. Es batu adalah air dalam wujud padat. Jadi, yang berubah hanya wujudnya saja, sedangkan sifatnya tidak berubah. Es batu dapat dirubah lagi wujudnya menjadi air dengan cara dipanaskan.

Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan materi baru dengan sifat yang berbeda dengan materi semula. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Suatu materi yang mengalami perubahan kimia tidak dapat dikembalikan lagi kepada keadaan semula.
Ciri – ciri Perubahan Kimia
  1. terbentuk zat jenis baruzat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula
  2. diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia 
  3. Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.
Penyebab Terjadinya Perubahan Kimia  j
  1. Proses Bernafas, proses bernafas mengubah oksigen (O2) menjadi karbon dioksida (CO2). Perubahan oksigen (O2) menjadi karbon dioksida (CO2) termasuk perubahan kimia. 
  2. Proses Fotosintesis, proses fotosintesis merubah gas karbon dioksida (CO2) dan air menjadi gas oksigen dan karbohidrat. Perubahan tersebut termasuk perubahan kimia. 
  3. Pembakaran, kayu dibakar menjadi arang merupakan contoh perubahan kimia. 
  4. Perkaratan, perkaratan adalah reaksi oksigen menembus ke dalam celah-celah besi sehingga lama kelamaan terbentuk karat pada celah-celah tersebut. Perubahan besi menjadi karat adalah contoh perubahan kimia.Pembusukan, contoh perubahan kimia karena peristiwa pembusukan adalah roti menjadi berjamur, nasi yang membusuk, dan susu yang menjadi masam.
 References :


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS